logo
Back to List
Artikel

MUKI Sumut Akan Suarakan Nasib Gereja di Medan yang Alami Penolakan

thumbnail

MEDAN- Viral aksi intoleransi yang dialami pendeta dan jemaat Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) di Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara (Sumut) belum lama ini, Ketua Dewan Perwalian Wilayah (DPW) Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumut, Dedy Mauritz buka suara.

Dedy yang hadir langsung dalam ibadah GEKI di depan Kantor Wali Kota Medan, Minggu 26 Januari 2023 mengatakan, pihaknya akan berupaya menyuarakan aspirasi umat Kristen di Sumut.

“Terutama Gereja Elim Kristen Indonesia yang sedang mengalami intoleransi,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, masalah ini cenderung dibiarkan dan sudah berlangsung cukup lama serta tidak ada solusi dari pihak-pihak terkait.

Dia lantas mengaitkan aksi intoleransi tersebut dengan Medan yang sering didengungkan sebagia etalase miniatur dari keberagaman.

“Medan adalah kota kita bersama, Medan adalah milik kita bersama yang selalu kita dengung-dengungkan sebagai etalase miniatur dari keberagaman. Tetapi kami melihat pada hari ini bahwa hal tersebut tidak tercermin.

Untuk itu kata Dedy, MUKI akan menyuarakan apa yang menjadi keinginan dan aspirasi dari umat kristen secara khusus Gereja Elim Kristen Indonesia.

“Dan kami percaya bahwa pemerintah diberkati oleh Tuhan, diberikan kemampuan oleh Tuhan, hikmat oleh Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi intoleransi itu dirasakan pendeta dan jemaat Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) di Medan Marelan.

Diungkapkan Pdt. Octavianus Nathanael yang juga pimpinan jemaat lokal, hanya menyewa tempat untuk beribadah, pihaknya ditolak berkali-kali bahkan disurati langsung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Medan dalam hal ini pihak kecamatan dan kelurahan.

“Padahal itu juga mau disewa untuk tempat STT (Sekolah Tinggi Thelogi) kami, tapi tetap juga ditolak,” ungkap Pdt. Octav.

Tidak hanya OPD, pihaknya juga selalu diteror dan didatangi kelompok warga lingkungan dengan membawa spanduk-spanduk penolakan bertuliskan larangan beribadah.

Kelompok atau aliansi warga itu juga sempat mengirimi surat resmi untuk audit investigasi kepada jemaat.

Penulis: Henrik Toatubun

profil
Super Admin
Published at 27 Feb 2023
Bagikan Artikel facebook-icon facebook-icon
Komentar 0

Artikel Lainnya

thumbnail
Pernyataan Sikap Forum Cinta Pancasila
Berbagai peristiwa terkini...
Selengkapnya 11 Feb 2020
thumbnail
Kamu Pasti Bisa
Suatu hari terjadi perdebata...
Selengkapnya 25 Feb 2019
thumbnail
Daud Saleh Ludji dan David Natun Pimpin MUKI NTT, Gubernur Tekankan Semangat Kolaborasi
Kupang (MEDIATOR)– Dewan...
Selengkapnya 26 Aug 2022
thumbnail
Refleksi Paskah 2020: Dosa Ekologis dan Covid-19
JAKARTA - Perayaan Paskah Ta...
Selengkapnya 23 Apr 2020